Lelakiku.
di antara ketangguhannya mengejar kereta setiap pagi dia rela berbagi serpihan letihnya di setiap senja menemui.
Lelakiku.
di atas tingginya semangat dan optimisme asa yang dibangunnya ada patah yang ingin diselamatkan.
Lelakiku.
di bulatnya keangkuhan yang kadang tak bisa ku taklukkan, dia seorang pendoa yang sangat baik.
Lelakiku.
merebahkan setiap kelembutan meskipun setiap saatnya menggenggam kekuatan untuk bertahan dalam kejamnya kota.
Lelakiku.
di sisi egonya yang membara ada manja yang selalu ditunjukkan, cuma butuh cakap hati untuk memeluk hatinya dan menjemput manjanya dengan senyum.
Lelakiku.
di tengah pujian atas kehebatannya, masih saja menyimpan rapat-rapat kebodohan-kebodohannya kala ia bertemu rindu.
Lelakiku.
berjalan pelan, menengadah awan, meletakkan harapannya disana, berlari, kemudian ia terbang, memeluk erat cita yang diraihnya, alhamdulillah.
Lelakiku.
ada jatuh cinta yang selalu baru di pagi ia menikmati seduhan kopiku yang masih saja terlalu pahit, ada ikhlas dan syukurnya untukku disana.
Lelakiku.
berapa banyak syukur lagi yang harus aku persembahkan untuk Tuhan karena menghadirkan lelakiku.
Lelakiku.
aku nikmati keringatnya, menusuk-nusuk bersamaan dengan doaku yang teriring.
semoga engkau, lelakiku, selalu didekatkan dengan kebahagiaan dan kesuksesan.
Lelaki (ku), mengertilah,
mencintai sendiri itu sering menyebabkan kelelahan.
Jadi, apa kau meletakkan dirimu sebagai lelakiku?
March 18, 2013
March 4, 2013
penetrasi memori
Di hujan kemarin kita menyapa banyak duri-duri yang masih menancap pada tempatnya, memori
Menerpa banyak asa yang sudah tak kuasa kita menyimpannya, akhirnya kita sampai pada kata rela
Sepertinya kita sama-sama di adopsi oleh kenangan yang harusnya sudah kita cukupkan
Dan seperti biasa, pagi berulah mengingatkan apa yang harusnya kita masih perjuangkan
Ternyata lagi-lagi gara-gara pagi
Dengan memori, harus bercumbu asik dengannya atau meronta karena penetrasi yang begitu hebatnya?
Kalau tidak bisa menghidupi mimpi-mimpi lebih baik jangan terpatri
karena mimpi dekat dengan harapan kalau dia terus diberi makan
atau lebih dekat lagi dengan pagi dan semua lagi-lagi hilang karena nyata yg berdikari
Kata-katamu menggelitik geli di belakang telinga.
Katamu, harusnya kita tidak begini kalau saja kita saling menatap dan meresap
Membiarkan rongga terisi harapan-harapan yang hidup
Aduh, lagi-lagi harus dihadapkan memori
Lagi-lagi harus terperangkap menangkapnya dalam dekap dan tak tau harus diapakan ini jadinya
Menerpa banyak asa yang sudah tak kuasa kita menyimpannya, akhirnya kita sampai pada kata rela
Sepertinya kita sama-sama di adopsi oleh kenangan yang harusnya sudah kita cukupkan
Dan seperti biasa, pagi berulah mengingatkan apa yang harusnya kita masih perjuangkan
Ternyata lagi-lagi gara-gara pagi
Dengan memori, harus bercumbu asik dengannya atau meronta karena penetrasi yang begitu hebatnya?
Kalau tidak bisa menghidupi mimpi-mimpi lebih baik jangan terpatri
karena mimpi dekat dengan harapan kalau dia terus diberi makan
atau lebih dekat lagi dengan pagi dan semua lagi-lagi hilang karena nyata yg berdikari
Kata-katamu menggelitik geli di belakang telinga.
Katamu, harusnya kita tidak begini kalau saja kita saling menatap dan meresap
Membiarkan rongga terisi harapan-harapan yang hidup
Aduh, lagi-lagi harus dihadapkan memori
Lagi-lagi harus terperangkap menangkapnya dalam dekap dan tak tau harus diapakan ini jadinya
February 28, 2013
Ngelunjak
Sebagai wanita normal aku masih punya hal-hal "kewanitaan" natural. Sensitif, perhatian, khawatir, panik, marah, cemburu, bahkan.... centil.
Tapi beberapa hari ini Gaea sepertinya mengirimkan angin-angin lembut yang membawa kejantanan supaya aku jadi seperti Athena setengah Hercules.
Bim salabim... tadaaa! Say hi to "the realistic" egy. Itu yang aku tulis di milisku kepada teman di Australia beberapa hari lalu.
Ya, aku menjadi wanita yg semakin logis, cuek, dan apa adanya.
Pertanyaannya, kenapa sikap-sikap seperti itu menjadikanku dihujani banyak pertanyaan "kamu kenapa?"
Memang wanita tidak wajar kalau logis dan cuek untuk hal-hal yg tidak seberapa penting?
Oke.. Oke.. si Venus memang cenderung lebih memperhatikan hal-hal detail yang selalu tidak dihiraukan oleh si Mars.
Hoopla! Oke aku kena karmanya di malam tadi. Sebagaimana "natural"nya wanita yang juga punya memori-memori manis, si "aku" juga ingin memiliki mereka lagi.
Detailnya masih sama, polanya juga tidak berubah, lebih hebatnya lagi yg ini bisa-bisa merubah rencana beberapa tahun ke depan, hebat bukan?
kamu tidak lupa kan aku "sedang" jadi wanita yang logis?
Kemudian angan bertabrakan dengan logika, jadilah doa yang bahkan untuk kuucapkan saja aku takut disangka Tuhan ngelunjak
Aku menulisnya malu-malu sampai kulipat kertasnya rapat. isinya kurang lebih begini:
"God may I ask for your favour to set the role as this :
Biarkan seorang yang luar biasa ini terlahir sebagai lelaki hebat yang melindungi dengan segala asa dan turut menghalau aralku, yang kau berikan keluasan tanpa batas untuk melakukan itu semua. Tanpa harus ada takut untuk mencinta, segan untuk merindu, dan malu untuk mendamba.
Aku tahu betapa tidak tahu dirinya aku meminta hal sebodoh dan setinggi ini padahal Kau sudah memberikan yg lebih.
Aku pasrah dalam rencanaMu dan bagaimana Kau mengabulkannya. Aku juga ikhlas kalau ternyata yg aku minta ini tidak sesuai dengan apa yg sudah jauh-jauh Kau tulis dulu"
Untuk Tuhan yang pernah menciptakan rasa - mengambilnya - menjauhkannya - menerbangkannya - hingga ia mati di udara dan singgah ke bumi yang (sialnya) menghinggap lagi seperti dulu. Uh!
Subscribe to:
Posts (Atom)